Menyatukan tujuh cabang distribusi dalam satu papan stok
- Klien
- CV Nusantara Jaya
- Industri
- Ritel & Distribusi
- Layanan
- Sistem Internal
- Tahun
- 2025
Waktu rekap stok
11 jam /minggu → 15 menit /minggu
Selisih stok fisik
4,2% → 0,6%
Cabang terhubung
0 cabang → 7 cabang
Tantangan
Setiap cabang mencatat stok di file Excel masing-masing dan mengirimkannya ke pusat setiap Jumat sore. Pusat lalu menggabungkan tujuh file itu secara manual.
Akibatnya, keputusan pembelian selalu diambil berdasarkan data yang sudah berumur beberapa hari. Barang yang menumpuk di satu cabang tidak terlihat oleh cabang lain yang justru kehabisan.
Akibatnya, keputusan pembelian selalu diambil berdasarkan data yang sudah berumur beberapa hari. Barang yang menumpuk di satu cabang tidak terlihat oleh cabang lain yang justru kehabisan.
Pendekatan
Kami mulai dengan dua minggu di lapangan, mengikuti alur barang dari gudang pusat sampai rak cabang. Yang kami temukan: proses tertulisnya berbeda dengan yang benar-benar dilakukan orang.
Sistem dibangun mengikuti proses yang nyata, bukan yang di SOP. Setiap cabang mendapat layar sederhana untuk mencatat masuk dan keluar barang, dan pusat mendapat papan yang menampilkan posisi stok seluruh cabang secara langsung.
Migrasi dilakukan bertahap: dua cabang lebih dulu selama tiga minggu, sisanya menyusul setelah temuan diperbaiki.
Sistem dibangun mengikuti proses yang nyata, bukan yang di SOP. Setiap cabang mendapat layar sederhana untuk mencatat masuk dan keluar barang, dan pusat mendapat papan yang menampilkan posisi stok seluruh cabang secara langsung.
Migrasi dilakukan bertahap: dua cabang lebih dulu selama tiga minggu, sisanya menyusul setelah temuan diperbaiki.
Hasil
Rekap stok yang sebelumnya menghabiskan hampir dua hari kerja setiap minggu sekarang selesai otomatis. Transfer barang antar cabang naik karena kelebihan stok akhirnya terlihat.
“Dua minggu pertama mereka cuma ikut ke gudang dan nanya-nanya. Saya sempat mikir ini kapan jadinya. Ternyata di situ bedanya — vendor sebelumnya langsung kasih daftar modul tanpa pernah lihat gudang kami.”